Sunday, August 6, 2017

Ranto Sibarani : Direksi PT KIM Jangan Jerumuskan Karyawan

Ranto Sibarani : Direksi PT KIM Jangan Jerumuskan Karyawan

Dugaan penggelapan uang hasil penjualan minyak di SPBU milik PT KIM kembali mendapat sorotan publik. Jajaran Direksi perusahaan plat merah itu diimbau untuk bersikap profesional dan tidak asal menjerumuskan karyawannya sendiri ke jeruji besi.

Informasi dihimpun Bumantara, Pelaksana Tugas Manager SPBU PT KIM Toga Damanik ditahan Polsek Medan Labuhan. Penahanan itu berawal laporan dari Manager Serikat Pengawas Internal PT KIM, Jefri HM Sirait kepada Toga yang dituduh menggelapkan uang Rp547 juta hasil penjualan minyak di SPBU milik PT KIM mulai 1-6 Juni 2016.

Ranto Sibarani SH, kuasa hukum Toga Damanik menilai penahanan terhadap kliennya oleh Polsek Medan Labuhan terlalu berlebihan. Terlebih tuduhan penggelapan itu hanya berdasar sumber audit internal perusahaan.

“Apa kapasitas lembaga audit yang menuduh penggelapan tersebut? Saya meminta agar audit dilakukan oleh lembaga audit dari luar PT KIM yang independen dan bersertifikat, karena perlu ditelusuri siapa saja selama ini yang menikmati uang SPBU PT KIM,” ujar Ranto.

Ranto yang dikenal sebagai ‘advokat wong cilik’ itu berharap kasus itu ditangani secara profesional tanpa ada intervensi dari pihak yang memiliki kepentingan terhadap penahanan kliennya.

“Saya juga mempertanyakan kapasitas pelapor yang mengaku dari Komite Audit Internal PT KIM bernama Jefri HM Sirait. Pihak audit seharusnya terlebih dahulu menyampaikan dugaan penggelapan pada Rapat Umum Pemegang Saham, karena KIM merupakan Persero, jadi Komite Audit tidak memiliki kapasitas melaporkan klien saya,” tandas Ranto.

Ranto menegaskan, pihaknya memiliki bukti bahwa kliennya, selama periode 1 Juni s/d 7 Juni 2016 telah menyerahkan uang senilai Rp552.655.802 kepada seorang Office Boy (OB) perusahaan berinisial PS melalui staf SPBU berinisial RS, TM dan ST.

“Saya berharap Dirut PT KIM yang dulunya Direktur Keuangan Daly Mulyana bukan malah menjerumuskan Toga yang juga karyawan PT KIM. Daly harus bisa menjelaskan apa kapasitas seorang office boy yang selama ini mengambil uang penjualan SPBU PT KIM? Saya menduga ada permainan pada office boy tersebut, Penyidik harus memeriksa nomor rekening pribadi Priyo Sucipto tersebut dan alirannya,” tegas Ranto.

Sumber : Bumantaranews