Fakta Reynhard Sinaga pemerkosa terbanyak di Inggris

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Indonesia, pada usia 24 tahun, Reynhard Sinaga ini pindah ke Inggris untuk menempuh pendidikan di University of Manchester, setelah mendapat gelar master pada bidang ilmu perencanaan kota, dia melanjutkan pendidikannya untuk mengambil gelar master lainnya dalam sosiologi dan menyelesaikannya pada tahun 2011.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Indonesia, pada usia 24 tahun, Reynhard Sinaga ini pindah ke Inggris untuk menempuh pendidikan di University of Manchester, setelah mendapat gelar master pada bidang ilmu perencanaan kota, dia melanjutkan pendidikannya untuk mengambil gelar master lainnya dalam sosiologi dan menyelesaikannya pada tahun 2011.
Fakta Reynhard Sinaga, dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, setelah terbukti bersalah atas 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Inggris dalam rentang waktu 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

Reynhard Sinaga berasal dari keluarga kaya, anak dari Saibun Sinaga dan Normawaty, ayahnya Saibun merupakan taipan properti di Indonesia. Keluarga yang pernah tinggal di Jambi dan saat ini menetap di rumah mewah di kota Depok ini dikenal sebagai sosok yang baik.

Reynhard Sinaga pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia, dan mendapat gelar sarjana arsitektur dengan skripsi yang berjudul “Power Arsitektur”.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Indonesia, pada usia 24 tahun, pria ini pindah ke Inggris untuk menempuh pendidikan di University of Manchester, setelah mendapat gelar master pada bidang ilmu perencanaan kota, dia melanjutkan pendidikannya untuk mengambil gelar master lainnya dalam sosiologi dan menyelesaikannya pada tahun 2011.

Rumah Saibun Sinaga yang berada di Depok, orang tua dari Reynhard Sinaga
Rumah Saibun Sinaga yang berada di Depok, orang tua dari Reynhard Sinaga

Reynhard Sinaga merupakan sosok yang sangat ingin memiliki pendidikan yang banyak ia juga terdaftar sebagai mahasiswa PhD dalam bidang geografi di Universitas Leeds, dan membuat tesis berjudul “Seksualitas dan transnasionalisme sehari-hari. Laki-laki gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester”. Namun dia tidak menyelesaikan pendidikannya karena Universitas Leeds menjatuhkan sanksi akademik saat ia ditangkap pada tahun 2017, dan mengeluarkannya dari kampus setelah pengadilan pertamanya pada tahun 2018.

Tidak diketahui dengan pasti apakah Reynhard Sinaga telah memiliki disorientasi seksual telah lama atau karena pengaruh lingkungan saat tinggal di Manchester, yang pasti apartemen yang menjadi tempat tinggalnya terletak tidak jauh dari klub malam Factory dan Fifth Avenue yang sering dikunjungi oleh para homo dan heteroseksual disana.

apartemen yang menjadi tempat tinggalnya terletak tidak jauh dari klub malam Factory dan Fifth Avenue yang sering dikunjungi oleh para homo dan heteroseksual disana.
apartemen yang menjadi tempat tinggalnya terletak tidak jauh dari klub malam Factory dan Fifth Avenue yang sering dikunjungi oleh para homo dan heteroseksual disana.

Ia menikmati gaya hidup Manchester yang liberal dan toleran, dan tidak pernah menyembunyikan orientasi seksualitasnya saat tinggal di negeri Ratu Elizabeth itu. Dan ini berbanding terbalik saat dia sesekali kembali ke Indonesia. Keluarganya tidak mengetahui itu. Reynhard Sinaga mengaku mengubah penampilannya untuk menjadi lebih konservatif saat berada di lingkungan keluarga di Indonesia untuk menutupinya.

Seorang temannya di Inggris mengatakan bahwa Reynhard Sinaga sangat terobsesi dengan Spice Girls ketika dia tumbuh dewasa, namun keluarganya tidak memahaminya, bahkan menganggap itu aneh. Keluarga juga diinformasikan pernah menjodohkannya dengan wanita yang berasal dari Indonesia, agar dia segera menikah, namun ditolak.

Dihukum seumur hidup atas kasus pemerkosaan dan serangan seksual di Inggris

Reynhard Sinaga, dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, setelah terbukti bersalah atas 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Inggris dalam rentang waktu 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

Kejadian ini bermula dari adanya laporan pelecehan yang diterima oleh kepolisian Manchester di Inggris. Seorang pria melaporkan bahwa ia telah menjadi korban pemerkosaan Reynhard Sinaga. Modusnya adalah pria tersebut ditawari minum oleh pelaku hingga tak sadarkan diri. Saat pria tersebut terbangun dia sadar bahwa Reynhard Sinaga sedang berusaha untuk memperkosanya.

Rekaman CCTV Saat Reynhard Sinaga melancarkan aksinya
Rekaman CCTV Saat Reynhard Sinaga melancarkan aksinya

Korban lalu melawan Reynhard Sinaga yang sudah dalam keadaan tak berbusana. Ia kemudian memukul Reynhard hingga tak sadarkan diri. Kemudian Reynhard Sinaga dibawa ke rumah sakit terdekat di Manchester dan ketika ia siuman, ia meminta ponselnya kepada polisi. Polisi setempat mengatakan bahwa Reynhard memberikan password yang salah, lalu mereka menyelidikannya. Dari ponsel inilah akhirnya terungkap bahwa Reynhard Sinaga melakukan aksi pemerkosaan terhadap pria yang memukulnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Reynhard Sinaga dibawa ke pengadilan di Inggris. Pada persidangan Reynhard Sinaga selalu membela diri dan mengaku bahwa hubungan seksual yang dilakukannya atas dasar suka sama suka. Reynhard Sinaga mengklaim para korbannya bersedia berpartisipasi dalam permainan seks gaya novel '50 Shades of Grey' - dengan berpura-pura tertidur.

Saat pengadilan menunjukan video berdurasi 37 menit, bahwa saat dia melakukan aksinya, korbannya tidak bergerak, Reynhard Sinaga yang tertawa dan mengatakan kepada hakim: "Hanya karena itu terlihat aneh atau itu terlihat seperti fantasi seksual yang aneh, tidak berarti ia bohong"

"Itu terjadi dunia underground, itu biasa." katanya.

Reynhard Sinaga bahkan mengatakan dirinya 'sangat lembut, peduli dan sensitif' karena dia berhubungan seks dengan korbannya sebagai bagian dari permainan, dan dia melakukan itu agar tidak membangunkan mereka.

Saat ditanya tentang kehidupan seksualitasnya, Reynhard Sinaga mengaku bahwa dia gay, dan selalu ada dan terbuka bagi siapa saja yang penasaran dan mencari pengalaman gay. Reynhard Sinaga juga mengatakan bahwa dia banci, dan itu merupakan hal yang wajar. Dia juga mengatakan dia memilih tinggal di Manchester karena ingin tinggal di antara komunitas gay dan dekat dengan Gay Village.

Reynhard Sinaga mengaku bahwa dia gay, dan selalu ada dan terbuka bagi siapa saja yang penasaran dan mencari pengalaman gay. dia memilih tinggal di Manchester karena ingin tinggal di antara komunitas gay dan dekat dengan Gay Village
Reynhard Sinaga mengaku bahwa dia gay, dan selalu ada dan terbuka bagi siapa saja yang penasaran dan mencari pengalaman gay. dia memilih tinggal di Manchester karena ingin tinggal di antara komunitas gay dan dekat dengan Gay Village

Namun Hakim Goddard menolak pernyataan Reynhard Sinaga yang mengatakan perbuatannya atas dasar mau sama mau, hakim mengatakan bahwa Reynhard Sinaga adalah predator seksual berantai jahat yang telah memangsa para pria muda. Jumlah korban tidak diketahui.

Dalam keputusannya sang hakim memberikan kesimpulan logis berdasarkan bukti video yang ada bahwa korban diperkosa dalam keadaan tidak sadar, Reynhard Sinaga dinyatakan telah membius para korbannya dengan minuman yang ia tawarkan.

Reynhard Sinaga melalui empat tahap persidangan. Sidang tahap pertama dimulai pada tanggal 1 Juni hingga 10 juli 2018, tahap kedua pada tanggal 1 April hingga 7 mei 2019, tahap ketiga pada tanggal 16 September hingga 4 Oktober 2019, dan terakhir pada 6 Januari 2020. Pada sidang terakhir inilah diputuskan bahwa Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup atas 159 dakwaan kejahatan seksual, termasuk 136 dakwaan pemerkosaan, 8 dakwaan percobaan pemerkosaan dan 14 dakwaan penyerangan seksual, terhadap 48 pria berbeda.

Reynhard Sinaga tertawa dan mengatakan kepada hakim:
Reynhard Sinaga tertawa dan mengatakan kepada hakim: "Hanya karena itu terlihat aneh atau itu terlihat seperti fantasi seksual yang aneh, tidak berarti ia bohong

Fakta Reynhard Sinaga

  • Reynhard Sinaga adalah anak dari salah satu pengusaha sukses di Indonesia
  • Merupakan alumni Universitas Indonesia jurusan Arsitektur, mendapat gelar sarjana dengan skripsi berjudul Power Architecture
  • Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia, Reynhard Sinaga pindah ke Inggris untuk menempuh studi perencanaan perkotaan di University of Manchester, pada saat uni usiannya 24 tahun,
  • Setelah mendapat gelar master jurusan perencanaan (planning) di Universitas Manchester, ia kemudian melanjutkan studinya di kampus yang sama dengan mengambil gelar master lain dalam sosiologi, lulus pada tahun 2011.
  • Ia mendaftar untuk PhD dalam bidang geografi di Universitas Leeds, dan membuat tesis berjudul 'Seksualitas dan transnasionalisme sehari-hari. Laki-laki gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester'
  • Universitas Leeds menjatuhkan sanksi akademik saat ia ditangkap pada tahun 2017, dan mengeluarkannya dari kampus setelah pengadilan pertamanya pada tahun 2018.
  • Dihukum seumur hidup atas 159 dakwaan kejahatan seksual, termasuk 136 dakwaan pemerkosaan, 8 dakwaan percobaan pemerkosaan dan 14 dakwaan penyerangan seksual, terhadap 48 pria berbeda.

Informasi lainnya

Burj Khalifa

Daftar 10 Gedung tertinggi di dunia

Tabel gedung berdasarkan ketinggian

Belajar Matematika

Fakta Unik Matematika

Matematika itu menyenangkan

Gambar Api

Fakta sederhana tentang api yang membuat kita tersenyum

Api kecil jadi teman, api besar menjadi lawan

John Kei Tertangkap 17 February 2012, Hotel C’One, Pulomas, Jakarta Timur

Data dan fakta John Kei Pemuda dari Maluku

Selain dikenal sebagai preman John Kei juga dianggap sebagai malaikat bagi sekelompok orang

Fakta Bangunan

Fakta tentang bangunan di dunia

Bangunan tertua, sejarah dan misteri pembangunannya

Kantor pertama Amazon

Fakta produk pertama dari beberapa brand terkenal di dunia

Samsung awalnya adalah perusahaan yang mengekspor mie dan barang konsumsi lainnya ke China