Sahabat Informasi

Sahabat Informasi

Temukan Pengetahuan Terbaru dan Terpercaya di SahabatInformasi.com

Nunun Nurbaetie

Nunun Nurbaeti, terdakwa kasus suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004, saat akan mengikuti sidang vonis di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jak
Nunun Nurbaeti, terdakwa kasus suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 terkait pemenangan Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004, saat akan mengikuti sidang vonis di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jak

Nunun Nurbaetie adalah figur yang sebelumnya lebih dikenal dalam lingkaran sosialita Jakarta sebagai istri dari Adang Daradjatun, seorang mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Namun, namanya menjadi terkenal secara luas di Indonesia karena terlibat dalam kasus suap yang melibatkan pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom.

Kasus ini dimulai pada tahun 2010 ketika Nunun Nurbaetie diduga terlibat dalam praktik penyogokan untuk mempengaruhi hasil pemilihan di Bank Indonesia. Miranda Gultom, yang merupakan kandidat dalam pemilihan tersebut, adalah orang yang menjadi pusat dari skandal ini. Nunun Nurbaetie diduga memberikan suap kepada pihak-pihak terkait untuk mempengaruhi proses tersebut.

Akibat dari dugaan keterlibatannya dalam kasus suap ini, Nunun Nurbaetie menjadi buronan internasional. Interpol mengeluarkan red notice terhadapnya, dan dia melarikan diri ke luar negeri. Setelah berbulan-bulan menjadi buron, Nunun akhirnya ditangkap di Thailand pada bulan Desember 2011.

Penangkapannya di Thailand merupakan hasil dari kerja sama antarpolisi internasional, yang menyoroti kekuatan dan peran Interpol dalam penegakan hukum global. Setelah penangkapan tersebut, proses hukum Nunun Nurbaetie di Indonesia dimulai, namun detail lebih lanjut mengenai pengadilan dan putusan akhirnya tidak selalu terbuka untuk umum.

Penetapan sebegai tersangka

Setelah sekian lama menunggu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Nunun Nurbaeti sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) tahun 2004. Istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menggelar gelar perkara belum lama ini.

"Dengan pendekatan ekstra hati-hati, setelah kami menggelar eskpos, dengan ini kami tetapkan ibu Nunun Nurbaeti sebagai tersangka," tutur Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR, Jakarta, Senin (23/5/2011).[1]

Nama Nunun sering disebut dalam kasus suap yang melibatkan pemilihan Miranda Goeltom sebagai DGS BI pada tahun 2004. Sejak namanya muncul dalam kasus ini, Nunun dilaporkan menderita penyakit lupa ingatan dan berada di Singapura. Hingga saat ini, KPK belum berhasil menghadirkan Nunun untuk bersaksi di persidangan.

Mengapa Nunun Nurbaeti Terlibat

Nunun Nurbaetie diduga menjadi perantara dalam distribusi cek perjalanan kepada anggota DPR periode 1999-2004. Cek perjalanan ini diduga diberikan sebagai suap untuk mendukung terpilihnya Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Nunun, dengan jaringan sosialnya yang luas, memanfaatkan kedekatannya dengan para anggota DPR untuk melancarkan proses suap ini.

Cek perjalanan yang dibagikan oleh Nunun memiliki total nilai sekitar Rp 24 miliar. Cek ini diberikan kepada anggota DPR sebagai imbalan atas dukungan mereka dalam pemilihan. Nunun menggunakan posisinya dan hubungan personalnya dengan para politisi untuk memastikan distribusi cek tersebut berjalan lancar dan mendukung kepentingan pihak yang ingin memenangkan pemilihan.

Mengapa Nunun Nurbaeti dibebaskan?

Nunun Nurbaeti dibebaskan pada tanggal 14 Juni 2014 setelah menjalani 2 tahun 6 bulan masa hukuman dari total 5 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung. Pembebasan Nunun didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Pengetatan Remisi dan Pembebasan Bersyarat.[2]

Peraturan tersebut mengatur tentang pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi narapidana korupsi. Salah satu poin penting dalam peraturan tersebut adalah narapidana korupsi yang telah menjalani 2/3 masa hukumannya dan telah membayar denda dapat diberikan pembebasan bersyarat.

Referensi
  1. Detik.com. (23 Mei 2011). "KPK Tetapkan Nunun Nurbaeti Sebagai Tersangka". Diakses tanggal 16 September 2013.
  2. Kompas.com. (14 Juni 2014). "Bebas dari Penjara, Nunun Nurbaeti Gelar Syukuran". Diakses tanggal 28 Juni 2014.

Artikel Terkait

  1. Nunun Nurbaetie

Rekomendasi

  1. Nunun Nurbaetie

Feed