Mengapa Neil Patel menyesal kuliah?

Neil Patel saat menjadi pembicara di AWA
Neil Patel saat menjadi pembicara di AWA
Namun ternyata Patel keliru, di kampus dia mendapatkan pengalaman bahwa perguruan tinggi terdiri dari kelas-kelas di mana dia diminta untuk mematuhi peraturan, mengikuti instruksi, menghafal informasi ini itu, dan menjawab soal-soal ujian. Cukup hanya melakukan itu, maka semua akan baik-baik saja.

Mengapa Neil Patel menyesal kuliah, pengalaman apa yang dia dapatkan? apa yang seharusnya dilakukan seseorang untuk maju jika kuliah bukanlah suatu yang penting? bagaimana pendapat pendiri Crazy Egg tentang orang yang kuliah?

Pada Artikel Sebelumnya Mengenal Neil Patel pakar SEO terkenal Sahabat Informasi menuliskan ungkapan hati seorang pengusaha muda ini yang menyesal kuliah, bahkan konsultan marketing Amazon ini mengatakan bahwa, dia telah menghabiskan waktunya dengan sia-sia. Apa sebenarnya yang terjadi?

Sahabat Informasi lalu mencari-cari tulisan-tulisannya, berharap menemukan penjelasan atas ungkapannya tersebut, Sebab pendapat bahwa kuliah bukanlah hal penting dapat diterima, ya kuliah bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan diri. Tapi disisi lain, kuliah juga bukanlah sesuatu yang menghabat orang lain untuk bisa menjadi lebih baik.

Hasilnya kami menemukan beberapa artikel tersebut, dan akhirnya dapat memahami Neil Patel memiliki pendapat yang seperti itu, kami akan membagikan alasan tersebut disini, berharap apa yang kami tulis dan bagikan kepada anda dapat bermanfaat.

Tujuan Neil melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah

Seperti diketahui bahwa Neil Patel menyelesaikan pendidikannya John F. Kennedy High School, California dan Yale University. Berikut adalah beberapa pengalaman Neil Patel selama kuliah.

Dia berpikiran bahwa dengan masuk kuliah maka akan dapat mengembangkan dirinya dan mempertajam keterampilan berpikir kritis. Karena berpikir kritis adalah sesuatu yang sangat ditekan kepadanya, hal ini merupakan warisan dari orang tuanya, itulah mengapa sepankang hidupnya Patel selalu berusaha untuk berpikir kritis, dan berharap dengan kuliah dia akan mendapatkan materi itu dan dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan cita-cita dan keinginannya.

Kuliah tidak memberikan apa yang Patel harapkan

Namun ternyata Patel keliru, di kampus dia mendapatkan pengalaman bahwa perguruan tinggi terdiri dari kelas-kelas di mana dia diminta untuk mematuhi peraturan, mengikuti instruksi, menghafal informasi ini itu, dan menjawab soal-soal ujian. Cukup hanya melakukan itu, maka semua akan baik-baik saja.

Keadaan seperti itu akan menghacurkan cara berpikir kritis ala Patel, pria ambisius ini berpendapat bahwa, hal-hal seperti itu tidak diperlukan oleh seorang pengusaha, pengusaha tidak mengikuti instruksi. Sebaliknya mereka mengambil risiko, menyusun solusi kreatif, berpikir di luar kotak, dan memilih aturan apa yang harus dilanggar. Dengan kata lain, mereka berpikir kritis.

Neil memahami bahwa sulit untuk memberi tahu seseorang cara berpikir kritis. Mungkin perguruan tinggi tidak dirancang untuk melakukan itu. Atau bisa jadi ada lembaga pendidikan lain yang sangat mengajarkan itu. Akhirnya Patel belajar sendiri mengembangkan dirinya di luar kampus. Neil Patel berpendapat bahwa, jika seseorang ingin maju, maka dia harus berpikir kritis.

Disisi lain Neil Patel juga menjelaskan bahwa dia bukanlah sosok yang anti kuliah, dia justru mendorong setiap orang yang ingin menjadi dokter atau pengacara agar kuliah untuk meraih cita-citanya tersebut. Karena itu merupakan syarat utama dan kuliah memang dirancang untuk itu.

Namun bagi seorang pengusaha, kuliah bukanlah suatu hal penting yang harus dilewati, kuliah hanya salah satu dari cara yang ada, ada banyak cara, dan semua diawali dari cari berpikir kritis