Mengenal aluminium dan sifatnya

Hasil produksi aluminium batangan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium
Hasil produksi aluminium batangan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium
Aluminium merupakan konduktor yang dapat menghantarkan panas dan listrik dengan baik, karena memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi setelah perak dan tembaga.

Aluminium adalah unsur kimia yang dilambangkan dengan Al bernomor atom 13, aluminium merupakan unsur berlimpah ketiga yang ada di bumi, setelah oksigen (O) dan silikon (Si). untuk kategori unsur logam aluminium menempati posisi pertama, ini berarti aluminium adalah jenis logam yang paling banyak keberadaannya di bumi kita.

Sifat aluminium

Aluminium merupakan konduktor yang dapat menghantarkan panas dan listrik dengan baik, karena memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi setelah perak dan tembaga.

Aluminium merupakan bahan yang tahan terhadap korosi. Hal ini disebabkan oleh pasivasi, Pasivasi adalah fenomena kimia, di mana suatu bahan menjadi inert atau "pasif" dalam artian tidak lagi mudah terkorosi. Mengapa demikian? Terjadi proses pembentukan lapisan aluminium oksida pada permukaan logam aluminium saat logam terpapar oleh udara bebas. Lapisan aluminium oksida inilah yang mencegah terjadinya oksidasi penyebab korosi.

Kekuatan tensil pada aluminium murni sangat rendah, yaitu sekitar 90 MPa, sehingga untuk penggunaan yang memerlukan kekuatan tensil yang tinggi, aluminium perlu dipadukan. Perpaduan unsur ini dengan logam lain, melalui proses termal, akan dapat menambah kekuatan tensil aluminium hingga 580 MPa.

Kekerasan bahan aluminium murni sangatlah kecil, yaitu sekitar 65 skala Brinnel, sehingga dengan sedikit gaya saja dapat mengubah bentuk logam. Untuk kebutuhan penggunaan yang membutuhkan kekerasan, aluminium dapat dipadukan dengan logam lain. Melalui proses quenching dan termal, aluminium dengan 4,4% Cu dapat memiliki tingkat kekerasan Brinnel sebesar 135.

Aluminium murni memiliki duktilitas yang tinggi, sehingga dapat diubah bentuknya secara plastis tanpa terjadinya retakan. Namun tingginya nilai ductility ini justru menjadikannya sulit digunakan untuk kebutuhan yang sedikit kaku.

Sifat konduktor dan anti korosi yang dimiliki aluminium menjadikannya berpotensi digunakan untuk kebutuhan manusia. Namun tingginya nilai ductility membuat aluminium menjadi sangat lembek. Untuk itu dilakukan tindakan rekayasa nilai tensil, kekerasan dan ductility sehingga dihasilkan aluminium paduan. Sehingga aluminium dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang.