Tabel aluminium paduan, unsur penyusun dan fungsinya

Proses extrusi merupakan tindakan lanjutan dari aluminium paduan
Proses extrusi merupakan tindakan lanjutan dari aluminium paduan
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa, agar aluminium mudah dibentuk dan digunakan dalam kehidupan sehari-sehari dipelukan rekayasa nilai tensi, kekerasan dan ductility aluminium. Rekayasa ini memerlukan beberapa unsur lain yang dipadukan dengan aluminium. Apa saja? Dan apa manfaatnya.

Tabel unsur aluminium paduan, kadar dan fungsinya

Undur paduan Tujuan Persentase Hasil Keterangan
Aluminium-Silikon meningkatkan nilai kekerasan dan kekuatan tensil Silikon ≤ 10% Paduan aluminium dengan silikon hingga 15% akan memberikan kekerasan dan kekuatan tensil yang cukup besar, hingga mencapai 525 Mpa Jika konsentrasi silikon lebih tinggi dari 15%, tingkat kerapuhan logam akanmeningkat secara drastis akibat terbentuknya kristal granula silika
Aluminium-Magnesium menurunkan titik lebur Magnesium ≤ 15,35% Keberadaan magnesium hingga 15,35% dapat menurunkan titik lebur logam paduan yang cukup drastis, dari 660 ºC hingga 450 ºC Magnesium menjadikan logam paduan dapat bekerja dengan baik pada temperatur yang sangat rendah
Aluminium-Tembaga menghasilkan sifat yang keras dan kuat Tembaga < 5,6% Paduan aluminium-tembaga menghasilkan sifat yang keras dan kuat, tetapi rapuh konsentrasi tembaga di atas 5,6% karena akan membentuk senyawa CuAl2 dalam logam yang menjadikan logam rapuh.
Aluminium-Mangan meningkatkan kekuatan tensil dan meningkatkan titik lebur Belum ada data Penambahan mangan memiliki akan berefek pada sifat dapat dilakukan pengerasan tegangan dengan mudah (work-hardening) sehingga didapatkan logam paduan dengan kekuatan tensil yang tinggi namun tidak terlalu rapuh. penambahan mangan akan meningkatkan titik lebur paduan aluminium
Aluminium-Seng meningkatkan kekuatan tensil 5,5% seng Aluminium dengan 5,5% seng dapat memiliki kekuatan tensil sebesar 580 MPa dengan elongasi sebesar 11% dalam setiap 50mm bahan Paduan aluminium dengan seng merupakan paduan yang paling terkenal karena merupakan bahan pembuat badan dan sayap pesawat terbang
Aluminium-Lithium pengurangan massa jenis dan peningkatan modulus elastisitas Belum ada data< setiap penambahan 1% lithium akan mengurangi massa jenis paduan sebanyak 3% dan peningkatan modulus elastisitas sebesar 5% aluminium-lithium tidak lagi diproduksi akibat tingkat reaktivitas lithium yang tinggi yang dapat meningkatkan biaya keselamatan kerja.
Aluminium-Skandium membatasi pemuaian Skandium 0,1-0,5% Paduan ini jarang diproduksi, karena terdapat paduan lain yang lebih murah dan mudah dengan hasil karakteristik yang sama, yaitu paduan titanium. Paduan Al-Sc pernah digunakan sebagai bahan pembuat pesawat tempur Rusia, MIG, dengan konsentrasi Sc antara 0,1-0,5% (Zaki, 2003, dan Schwarz, 2004)
Aluminium-Besi mengurangi nilai tensil Besi 2,08% Efek kehadiran Fe dalam paduan adalah berkurangnya kekuatan tensil secara signifikan, tetapi diikuti dengan penambahan kekerasan dalam jumlah yang sangat kecil. Jarang digunakan