Sahabat Informasi

Sahabat Informasi

Temukan Pengetahuan Terbaru dan Terpercaya di SahabatInformasi.com

Tragedi Vina dan Rizky: Kekejaman Geng Motor di Cirebon

No image alt
No image alt

Di bawah sinar bulan yang remang, dua insan muda, Vina dan Rizky, melintasi Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Tak pernah mereka duga, malam yang seharusnya indah itu berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui selamanya. Sekelompok motor tak dikenal menghadang mereka, bagaikan hantu di malam kelam. Batu-batu beterbangan, teriakan panik menggema, dan rasa ngeri melanda. Vina dan Rizky berusaha kabur, memacu motor mereka sekencang mungkin. Namun, para pengejar tak kenal ampun. Satu demi satu, mereka terpojok, terjatuh di Jembatan Kepongpongan yang dingin dan sunyi.

Di sanalah, tragedi itu mencapai puncaknya. Vina dan Rizky tak hanya dianiaya dengan brutal, tetapi juga dirampas nyawanya dengan cara yang tak terbayangkan. Jeritan pilu mereka ditelan malam, hanya meninggalkan luka mendalam di hati yang tersisa.

Tragedi Vina dan Rizky bukan hanya kisah pilu bagi keluarga korban, tetapi juga luka mendalam bagi masyarakat Cirebon. Kekejaman geng motor yang tak kenal ampun mengguncang rasa aman dan damai di kota ini. Bayang-bayang ketakutan menyelimuti, membungkam keceriaan dan menggantikannya dengan kekhawatiran yang tak berujung.

Ini adalah kisah tentang kemanusiaan, tentang cinta, tentang rasa kehilangan, dan tentang perjuangan untuk mendapatkan keadilan. Tragedi ini juga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, untuk selalu waspada, saling menjaga, dan memperkuat rasa persatuan agar tragedi serupa tak terulang kembali.

Apa yang terjadi?

Kejadian tragis yang menimpa Vina dan Rizky di Cirebon terjadi pada 27 Agustus 2016, tepatnya pada Sabtu malam.

Pada saat itu, Vina dan kekasihnya melintas di Jalan Perjuangan, depan SMPN 11 Kota Cirebon, ketika mereka tiba-tiba diserang oleh sekelompok pelaku yang melempari mereka dengan batu. Para pelaku tidak hanya melempari, namun juga mengejar korban dan teman-temannya. Dalam proses pengejaran itu, para pelaku bersenjatakan bambu dan memepet kendaraan korban, menyebabkan Vina dan kekasihnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh di Jembatan Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Teman-teman korban yang lain berhasil melarikan diri.

Setelah korban terjatuh, para pelaku membawa Vina dan Rizky ke tempat sepi di depan SMPN 11 Kota Cirebon. Di tempat tersebut, mereka melakukan penganiayaan terhadap korban dan bahkan melakukan pemerkosaan terhadap Vina.

Setelah menghabisi nyawa keduanya, pelaku mencoba menyamar dengan membawa korban ke Jembatan Kepompongan agar terlihat sebagai korban kecelakaan. Untuk memperjelas kejadian tersebut, detikJabar mencoba mendatangi kembali Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menjadi saksi bisu atas kekejaman geng motor tersebut.

Siapa Vina

Vina Dewi Arsita, atau yang dikenal dengan nama Vina Cirebon, adalah anak bungsu dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Wasnadi (55) dan Sukaesih (49). Keluarganya berasal dari latar belakang sederhana, dengan ayahnya bekerja sebagai seorang nelayan dan ibunya sempat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Sukaesih mengingat Vina sebagai anak yang pendiam dan lebih sering menghabiskan waktu di rumah.[1]

Menurut Sukaesih, Vina juga dikenal sebagai anak yang manja, terutama terhadap orang tua, kakak, dan neneknya. Sikap manja itu sering ditunjukkan Vina kepada keluarganya.[2] Vina sendiri lahir pada tanggal 16 Januari 2000, dan pada usia 16 tahunnya, dia menjadi korban pembunuhan tragis di Cirebon pada tahun 2016 bersama pacarnya, Muhammad Rizky Rudiana (Eki), yang menggemparkan masyarakat karena kebrutalannya.

Kasus Vina Cirebon kembali mencuri perhatian publik setelah kisah tragisnya diangkat dalam sebuah film pada tahun 2024. Meskipun Vina sudah tiada, namanya tetap dikenang dan kasusnya tetap menjadi perhatian karena kekejaman yang terjadi.

Siapa Eki

Muhammad Rizky Rudian, yang akrab dipanggil Eki, memiliki nama asli Muhammad Rizky Rudian. Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang sosok Eki, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K, Kabid Humas Polda Jabar, mengonfirmasi bahwa Eki adalah anak dari salah satu anggota kepolisian. Hal ini diungkap untuk mengklarifikasi simpang siur informasi di masyarakat yang menyebut bahwa salah satu pelaku buron adalah anak dari anggota kepolisian.

Siapa Yang Masih Buron?

Polisi masih melakukan upaya pencarian terhadap tiga orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu Andi, Dani, dan Pegi alias Perong. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast, memastikan bahwa penyidikan kasus ini masih berjalan dan identitas ketiga buronan tersebut sedang ditelusuri. Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan delapan tersangka yang telah divonis pengadilan sejak 2016, identitas asli dari ketiga DPO ini masih belum diketahui. Jules Abraham menepis isu bahwa keberadaan ketiganya telah disembunyikan oleh aparat kepolisian, menekankan bahwa upaya pencarian tetap intens dilakukan. [3]

Polda Jabar mengimbau kepada keluarga ketiga DPO tersebut untuk segera menyerahkan mereka kepada pihak berwenang. Kombes Jules Abraham Abast menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mempidanakan siapa pun yang terbukti menyembunyikan ketiga buronan tersebut. Menurutnya, dalam hasil pemeriksaan baik dari saksi-saksi maupun fakta di persidangan, hanya ditemukan nama-nama inisial atau samaran dari ketiga DPO tersebut, yaitu Dani, Andi, dan Pegi alias Perong. Hingga saat ini, upaya pencarian terus berlanjut untuk mengungkap identitas dan keberadaan mereka.

Siapa buron yang sudah tertangkap

Polda Jabar Sita Facebook Pegi Setiawan Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon
Polda Jabar Sita Facebook Pegi Setiawan Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon

Polisi berhasil menangkap Pegi alias Perong, salah satu dari tiga orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Surawan, mengonfirmasi bahwa Pegi Setiawan ditangkap di Bandung pada Selasa malam.[4] "Saat ini, Pegi sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut" kata Surawan kepada wartawan. Rabu (22/5/2024). Surawan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai penangkapan tersebut, namun penangkapan ini menunjukkan kemajuan dalam penyidikan kasus yang sudah berjalan sejak 2016.

Pegi alias Perong bersama Andi dan Dani menjadi DPO dalam kasus pembunuhan Vina dan teman lelakinya, Rizky atau Eky, di Cirebon. Identitas asli ketiganya masih belum diketahui, namun ciri-ciri mereka sudah dirilis oleh Polda Jabar. Andi diperkirakan berumur 31 tahun dengan tinggi 165 cm, berbadan kecil, berambut lurus, dan berkulit hitam. Dani diperkirakan berumur 28 tahun dengan tinggi 170 cm, berbadan sedang, berambut kriting, dan berkulit sawo matang. Sementara itu, Pegi alias Perong diperkirakan berumur 31 tahun dengan tinggi 160 cm, berperawakan kecil, berambut kriting, dan berkulit hitam. Ketiga DPO ini tercatat beralamat di Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Polda Jabar mengimbau keluarga dari ketiga DPO untuk menyerahkan mereka, dan memperingatkan akan mempidanakan siapa pun yang terbukti menyembunyikan mereka.

Ultimatum Polisi Bagi Pihak yang Sembunyikan 3 Pembunuh Vina Cirebon

Dalam kasus ini, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast, mengimbau agar ketiga orang yang masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) segera menyerahkan diri. Jules Abraham meminta kepada pihak yang mungkin memiliki informasi atau terkait dengan keluarga ketiga DPO itu untuk segera menyerahkan mereka kepada pihak berwajib. Dia menekankan bahwa jika ada upaya untuk menyembunyikan ketiganya, Polda Jabar tidak akan ragu untuk mempidanakan orang tersebut.

"Kami menghimbau kepada tiga tersangka yang masih DPO, maupun pihak orang tuanya, jika mengetahui terkait dengan perkembangan kasus ini, kami minta agar dapat segera menyerahkan diri kepada kami. Sehingga kami dapat memproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tegasnya.[5]

Jules Abraham juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan segan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang berusaha menyembunyikan keberadaan ketiga pembunuh Vina. "Sesuai undang-undang yang berlaku, bila ada upaya melindungi, menutupi jejak pelaku atau menyembunyikan, bisa dikenakan tindak pidana. Jadi kami harap dapat berkoordinasi dan menyerahkan diri," pungkasnya. Ini merupakan seruan keras kepada siapa pun yang terlibat dalam menyembunyikan informasi atau membantu pelaku untuk menghindari tangkap.

Referensi
  1. tirto.id. (16 Mei 2024). "Biodata Vina Cirebon dan Eki, Nama Asli, Umur, & Kronologi Kasus". Diakses tanggal 17 Juni 2024.
  2. Detik.com. (16 Mei 2024). "Memori Sang Ibu Kenang Sosok Vina Cirebon Sebelum Tragedi 2016". Diakses tanggal 17 Juni 2024.
  3. Detik.com. (14 Mei 2024). "Batu Sandungan Polisi Ungkap Pembunuhan Vina Cirebon 8 Tahun Lalu". Diakses tanggal 17 Juni 2024.
  4. Detik.com. (22 Mei 2024). "Pegi, DPO Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Ditangkap!". Diakses tanggal 17 Juni 2024.
  5. Detik.com. (16 Mei 2024). "Ultimatum Polisi Bagi Pihak yang Sembunyikan 3 Pembunuh Vina Cirebon". Diakses tanggal 17 Juni 2024.